Bagaimana menyikapi rasa Cemburu!!! Tragedi dari rasa jatuh cinta kepada benci.

 

Rasa cemburu bersifat posesif. Sikap cemburu tidak memberi kebebasan dan
mengekang kebebasan. Maka dapat dikatakan bahwa cemburu adalah salah satu penyakit,
penyakit yang dapat menyiksa dan melahirkan benci. Tanpa disadari, sikap cemburu merampas
hak Allah. Allah mempunyai hak
prerogatif dalam hak memiliki. Allah yang menciptakan
manusia. Maka, hanya Allahlah yang layak cemburu. Oleh karna itu, cemburu dengan cinta
yang memiliki dan sekaligus menguasai, seolah-olah kita menempatkan diri sebagai pemilik
atas orang lain.
Dalam perkembangan mencinta, pasangan harus membangun sikap saling percaya.
Percaya adalah puncak dari perjalanan cinta. Hanya dengan sikap saling percaya, cinta mampu
mempertahankan keabadiannya. Yang dicintai adalah seorang pribadi, bukan benda. Oleh
karena itu, yang mencintai harus menghargai keunikan yang dicintai dan tidak
memperlakukannya seperti barang. Orang yang dicintai membutuhkan penghargaan dan
kebebasan.



Jatuh cinta adalah pengalaman yang unik dalam diri manusia. Pengalaman ini
digambarkan sebagai pengalaman yang membius. Orang yang mencinta, akan memikirkan
orang yang dicintainya tiap waktu, pikiran itu datang begitu saja. Perasaan membius pikiran,
menyebabkan dua hal.
Pertama, sikap yang mengagungkan secara berlebihan kekasihnya.
Kedua, menyebabkan rasa bahagia. Orang yang dicintai dianggap sebagai sumber kebahagiaan.
Tetapi selama masih di dunia, semua berada dalam arus perubahan. Kebahagiaan pun
berada dalam harus perubahan. Perubahan itulah yang membuat kecewa bagi orang yang
sedang jatuh cinta. Rasa cinta yang menimbulkan sensasi bahagia berubah menjadi rasa benci.
Rasa benci yang disebabkan oleh sejumlah pengalaman kecewa. Kekasih yang dianggap
sebagai sumber kebahagiaan, ternyata hanyalah pribadi yang terbatas. Pengalaman ini
membuat kecewa, atau malah menjadi benci. Maka untuk mengatasi hal ini, seseorang yang
sedang mengalami jatuh cinta, harus memahami bahwa sang kekasih bukanlah dewa atau dewi.


Sumber: L.A.S. Gunawan SCJ, Cinta Buta Buat Gila. Yogyakarta: Kanisius, 2020

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen "Perempuan Misterius di Malam Natal" (beraroma pengalaman nyata...wkwkwk)

BEKAS CIUMAN DI KERAH JUBAH