🌿 “Ketika Hati Belajar Damai”
Karya: Dominikus Dearnus Ndruru
Ada seorang anak yang setiap hari berdoa, bukan untuk menjadi pintar,
bukan untuk menjadi terkenal,
tetapi agar hatinya tidak marah lagi.
Ia lelah bertengkar — dengan teman, dengan orang tua, bahkan dengan dirinya sendiri.
Sampai suatu sore, ia duduk sendirian di taman sekolah,
dan melihat dua burung kecil berebut remah roti.
Sesaat mereka saling mematuk, lalu berhenti.
Satu mundur, membiarkan yang lain makan.
Dan yang satu lagi... berbagi setengahnya.
Anak itu menatap lama, lalu tersenyum kecil.
Tiba-tiba ia sadar:
perdamaian bukan dimulai dari dunia luar,
tetapi dari hati yang mau mengalah,
hati yang berani mencintai tanpa syarat.
Sejak hari itu, ia berhenti mencari siapa yang salah,
dan mulai belajar menjadi orang yang pertama meminta maaf.
Ia tak selalu dimengerti…
tapi hatinya tenang.
Karena di dunia yang penuh suara keras,
diam yang penuh kasih…
kadang adalah bentuk damai yang paling indah.

Komentar
Posting Komentar