POSISI IBUKU DIGESER OLEH PACARKU

Teman-teman, mungkin sang ibu hanya seorang wanita biasa, wanita yang hanya bisa menumpuk padi dan menampi beras. Bahasa Indonesianya terkadang amburaduk, dari hari senin sampai hari minggu resep masakannya tetap sama, garam dan ajinomoto.

Teman-teman, dibalik rajikannya yang sederhana, sang ibu memasak dengan sepenuh hati, gratis tanpa bayar, sehat tanpa bahan kimia. Meski terkadang tanpa sengaja, hanya tersisa sedikit makanan untuknya. demi menenangkan keadaan, ia berkata, Nak, tadi ibu sudah bakar ubi di ladang.

Keterampilannya yang hanya bisa menumpuk padi dan menampi beras tak sebanding dengan kemampuan akademis kita tetapi jangan pernah lupa, kalau keterampilannya yang sederhana itulah yang membuatmu bisa bersekolah.

Ketika kita mendapat suatu prestasi, sang ibu tidak pernah iri. Ia akan dengan bangga menceritakannya dengan teman-temannya. Sementara, segala kelakuan kita yang buruk disimpan saja dalam hatinya dan dibawanya dalam doa.

Tetapi terkadang setelah dewasa, posisi ibu dalam hati kita digeser oleh seseorang yang baru beberapa bulan kita kenal. Kita sibuk memberi yang terbaik untuknya, hanya karna kata yang terucap “kamu cantik/ganteng” membuatmu klepek-klepek, dan lupa pada nasihat sang ibu tercinta.

Jangan sampai ketika sukses, Sang gebetanlah yang pertama, kamu ucapkan terimakasih, jgn tergoda dengan motivasi yang dirangkainya lewat pesan, atau WA. Siapa tahu, itu jiplakan.

Ucapkanlah terimakasih pada orang yang sesungguhnya,

Teman2, Rangkullah ibumu, selagi ia masih ada bersamamu, katakan padanya “terimakasih ibu”.

Sebab, tak ada lagi arti dari air matamu dan semua unek-unekmu ketika sang ibu sudah terbaring kaku.

I LOVE YOU MOM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen "Perempuan Misterius di Malam Natal" (beraroma pengalaman nyata...wkwkwk)

Bagaimana menyikapi rasa Cemburu!!! Tragedi dari rasa jatuh cinta kepada benci.

BEKAS CIUMAN DI KERAH JUBAH